Sebelum adanya penghargaan Kalpataru, penghargaan lingkungan hidup secara nasional mulai diberikan pada tahun 1980 berupa sebuah plakat. Di atas permukaan plakat tertera tulisan “Hadiah Lingkungan” dengan tambahan “Tahun 1980”. Penghargaan ini diberikan kepada LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) Jakarta; Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya; Badan Sosial Maumere, Flores; Dian Desa, Yogyakarta; Masyarakat Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta serta Masyarakat Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Sejarah lambang kalpataru kemudian adalah setelah Markus Djajadiningrat, sarjana seni rupa Institut Teknologi Bandung, pada awal 1981 ditugaskan mencari gambar untuk perangko seri lingkungan hidup. Waktu itu ia sampai di Candi Mendut, Jawa Tengah. Di antara relief candi, ia menemukan suatu gambar ‘pohon kehidupan’ yang dikelilingi kendi berisi uang dan batu permata. Foto relief tadi dipelajari oleh ahli purbakala, dan menamakan pohon itu ‘Kalpataru’.
Tuesday, 1 June 2010
Sejarah Penghargaan Kalpataru
Posted on 10:27 by Unknown
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment