Dalam kehidupan seorang Muslim, pikiran dan perbuatannya selalu diharapkan supaya senantiasa bertitik tolak dari iman kepada Allah SWT. Iman yang bersemayam dalam hati manusia itulah yang mewarnai tata pikir dan tata perbuatan manusia yang muncul dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Begitu dominannya keimanan yang bersemayam dalam hati itu, sehingga Allah menukikkan penilaian pada hati terlebih dahulu atas tata pikir dan tata perbuatan kita. Hal itu pernah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat pada jasad dan tidak pula pada suara kita, akan tetapi Allah melihat pada hati nurani kita.
Bulan Ramadhan mempunyai peran signifikan bagi pembentukan iman, jiwa, dan hati nurani. Di bulan Ramadhan kaum Muslim dituntut untuk mengekang nafsu yang dapat merusak puasa. Tentunya, pengendalian hawa nafsu yang merusak itu tak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja.
Oleh: KH Tarmizi Taher
Tuesday, 1 June 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment